NADIKABAR.COM — Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) menyiapkan beasiswa International Tennis Federation (ITF) bagi petenis terbaik dalam rangkaian Liga Tenis Indonesia yang berlangsung dalam total lima seri.
Sekretaris Jenderal PP Pelti Andi Fajar Asti menjelaskan beasiswa tersebut menjadi dukungan bagi atlet yang selama ini terkendala biaya untuk berkompetisi di luar negeri, sehingga membantu mereka mengikuti turnamen internasional dan meningkatkan peringkat dunia secara berkelanjutan.
"Pemain-pemain senior selama ini sepi sponsor, sehingga untuk mengikuti turnamen di luar negeri dengan biaya sangat mahal mereka terkendala," kata dia seusai membuka Liga Tenis Indonesia Seri 2 di Lapangan Tenis Jatayu Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu.
Lebih lanjut dia menjelaskan beasiswa itu berupa pembiayaan bagi petenis terpilih untuk mengikuti turnamen yang digelar ITF. Pelti akan memilih turnamen yang memungkinkan atlet bertanding tanpa harus menunggu antrean terlalu panjang.
Pelti juga menjajaki peluang menjadi tuan rumah turnamen internasional agar petenis Indonesia berkesempatan memperoleh wildcard dan mengumpulkan poin peringkat. Sebab, peringkat dunia penting sebagai modal menghadapi berbagai multievent.
Andi menambahkan, selain beasiswa, Pelti menyiapkan hadiah bagi para juara Liga Tenis Indonesia.
Penerima beasiswa terbagi dalam dua kategori yakni putra dan putri sebanyak masing-masing satu orang, serta dipilih berdasarkan hasil rangkaian seri sampai dengan Liga Masters, sehingga benar-benar akan menyaring petenis terbaik untuk diberi kesempatan.
Menurut dia, federasi membutuhkan setidaknya 10 petenis putra dan 10 putri untuk membangun lapisan utama dan pelapis. Kedalaman skuad diperlukan ketika jadwal turnamen internasional berbenturan dengan agenda multievent.
Dia mencontohkan saat Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, pada September. Jadwal petenis utama Indonesia, tambah dia, berbenturan dengan turnamen WTA sehingga Pelti harus mengandalkan pemain lapis berikutnya yang kualitasnya masih terpaut jauh.
Andi mengeklaim ekosistem tenis Indonesia kini mendapat perhatian positif dari ITF, termasuk dengan kemunculan atlet andalan Tanah Air di antaranya Aldila Sutjiadi, Janice Tjen, Priska Madelyn Nugroho, dan Muhammad Rifqi Fitriadi.
Pada kelompok junior, Rafa Valentino Alida Costa juga menjadi salah satu prospek panjang setelah menembus peringkat 180 besar dunia. Andi berharap pembinaan dan dukungan kompetisi dapat mendorong lebih banyak petenis Indonesia masuk 100 besar dunia.