NADIKABAR.COM — Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) menyiapkan program pembinaan jangka panjang dengan mengirimkan para petenis muda potensial untuk mengikuti turnamen internasional sebagai bagian dari regenerasi atlet nasional.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PP Pelti Ardi Rivali menjelaskan federasi akan memprioritaskan pemain-pemain junior terbaik untuk mendapatkan kesempatan bertanding di sejumlah turnamen internasional.

"Di antaranya yang dikirim adalah pemain keturunan Indonesia-Jerman namanya Ethan David Zapp dan beberapa lainnya yang dipersiapkan," kata dia setelah mengikuti pembukaan Liga Tenis Indonesia Seri 2 di Lapangan Tenis Jatayu Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu.

Lebih lanjut dia menjelaskan program tersebut diarahkan untuk mempersiapkan pemain lapis kedua agar memiliki pengalaman dan kemampuan bersaing di level internasional. Salah satu langkah yang direncanakan adalah mengikutsertakan petenis muda Indonesia dalam turnamen yang diselenggarakan Federasi Tenis Internasional (ITF).

Ardi menambahkan, turnamen yang menjadi sasaran pengiriman pemain tersebut antara lain seri W15 untuk sektor putri dan M15 untuk sektor putra. Kedua kategori itu merupakan bagian dari rangkaian kompetisi ITF World Tennis Tour yang dapat menjadi jalur bagi pemain untuk mengumpulkan poin peringkat dunia.

Menurut dia, pengiriman atlet ke turnamen tersebut menjadi bagian penting untuk mempersiapkan atlet yang kompetitif sehingga siap bersaing ketika dibutuhkan dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Langkah itu juga sejalan dengan arah pembinaan olahraga jangka panjang atau multi-years yang mulai didorong Kemenpora.

Pelti berupaya menerjemahkan kebijakan tersebut melalui pemilihan atlet junior potensial dan pemberian kesempatan bertanding secara berkelanjutan. Dengan demikian, pembinaan tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi dalam waktu dekat, tetapi juga menyiapkan regenerasi atlet agar kualitas tenis Indonesia dapat berkembang secara berkesinambungan.