NADIKABAR.COM — Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mencatat 5.350 kali gempa erupsi selama periode 1–15 September 2026, dengan aktivitas erupsi masih tergolong tinggi.

Pengamat Gunung Ile Lewotolok Stanislaus Ara Kian dalam laporan evaluasi aktivitas vulkanik dari Lembata, Rabu menyebutkan selain gempa erupsi, periode tersebut juga tercatat 1.757 kali gempa hembusan, 403 kali tremor nonharmonik, 175 kali gempa guguran, dan 66 kali gempa harmonik.

"Selain itu tercatat sebanyak 33 kali gempa hybrid, 14 kali gempa vulkanik dangkal, 23 kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa tektonik lokal, dan 19 kali gempa tektonik jauh," katanya.

Secara visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih dan kelabu tipis hingga tebal teramati dengan ketinggian 20–500 meter dari puncak.

Selama periode tersebut juga terjadi erupsi dengan tinggi kolom 50–800 meter dari puncak. Kolom erupsi berwarna putih, kelabu hingga hitam, sedangkan guguran teramati dengan jarak luncur 200–700 meter ke arah selatan.

Evaluasi Badan Geologi menyebut aktivitas erupsi dan hembusan pada 1–15 September menunjukkan peningkatan, dengan kolom erupsi mencapai 800 meter dan asap hembusan hingga 500 meter.