NADIKABAR.COM — PT Palma Pertiwi Makmur (PPM) menegaskan mendukung upaya pemerintah dalam membangun kemandirian pangan dan energi dengan membuat nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk membangun ketahanan energi nasional.
“Kami ingin berkontribusi terhadap upaya mewujudkan kemandirian nasional dan menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam pembangunan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama sebagai bangsa,” kata Direktur Utama PT Palma Pertiwi Makmur (PPM) Mardianto di Jakarta, Sabtu.
Mardianto mengatakan kerja sama tersebut adalah kewajiban sebagai bagian dari bangsa yang harus berperan aktif dan berkontribusi bersama-sama dalam membawa tujuan bangsa ini ke depan.
Ia menyatakan cakupan kegiatan PPM tidak terbatas pada Kabupaten Jayapura, tetapi diarahkan pada skala nasional.
Sebelumnya, PT Palma Pertiwi Makmur (PPM) dan Pemerintah Kabupaten Jayapura menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai langkah awal rencana kerja sama dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional pada Jumat (9/10).
Kesepakatan ini menjadi tahap awal rencana Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) melalui skema prakarsa badan usaha (unsolicited).
Sementara itu, VP Regional Papua Raya PPM, Imam Syafei, menyampaikan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura menjadi langkah awal bagi PPM untuk mengembangkan program di wilayah Papua Raya, khususnya di Kabupaten Jayapura.
Ia menjelaskan Kabupaten Jayapura menjadi proyek percontohan (pilot project) PPM di Papua. Tahap pembahasan dan penandatanganan MoU, kata dia, menjadi bagian awal dari proses yang selanjutnya akan dikembangkan berdasarkan hasil kajian dan kebutuhan daerah.
“Ini adalah langkah awal bagi PT Palma untuk mulai membangun wilayah Papua Raya, khususnya di Kabupaten Jayapura. Setelah pembahasan yang berlangsung sejak kemarin hingga penandatanganan hari ini, Kabupaten Jayapura diproyeksikan menjadi pilot proyek kami di Papua,” katanya.
Ia menambahkan penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan lahan yang belum produktif berpotensi dikembangkan agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat.
“Ketahanan pangan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat di sana. Apalagi untuk tanah-tanah tandus yang sebelumnya tidak bisa diolah, kini bisa kita kelola bersama PT Palma,” kata dia.
Bupati Jayapura Yunus Wonda menyampaikan penandatanganan MoU merupakan tahap awal yang akan dilanjutkan dengan kajian mendalam bersama perangkat daerah terkait.
Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi dasar bagi langkah-langkah berikutnya sesuai mekanisme yang berlaku.
“Harapannya sangat jelas, yaitu mendorong proses pembangunan di Kabupaten Jayapura agar dapat mewujudkan keadilan, baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan,” kata dia.
Ia berharap Kabupaten Jayapura dapat berkembang menjadi salah satu pusat kegiatan dan menjadi contoh bagi daerah lain.
Menurut dia kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan berbagai sektor, termasuk infrastruktur, pariwisata, kesehatan, dan pendidikan, melalui dukungan serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait.