Sementara itu Ketua PPMI Pakistan Muhsin Alfatih mengatakan ISCG 2026 menjadi pengingat bahwa batas geografis dan perbedaan budaya tak boleh jadi penghalang terciptanya persahabatan. βHal-hal tersebut seharusnya membuka peluang bagi kita untuk belajar dari satu sama lain,β kata dia.
Ia pun mengajak seluruh peserta ISCG 2026 untuk menjadikan kompetisi tersebut sebagai sarana memperkuat hubungan antarabangsa.
Mengusung tema βAcross Borders, Beyond Cultures, Nations Compete, Cultures Connect,β, ISCG 2026 diikuti sekitar 196 peserta dan undangan dari berbagai latar belakang. Para peserta terbagi dalam tujuh kontingen, yaitu Indonesia, Thailand, Yaman, China, Somalia, serta Iqra University Pakistan dan Akbar Niazi Teaching Hospital Pakistan.
ISCG 2026 mempertandingkan tujuh kategori olahraga, yaitu mini soccer, basket, badminton pria dan wanita, tenis meja pria dan wanita, serta catur. Kegiatan tersebut juga memberi ruang interaksi budaya bagi peserta dari berbagai negara.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari tuan rumah. Mewakili Direktur Urusan Kemahasiswaan di Iqra University, Ayesha menyampaikan harapan agar kebersamaan selama kegiatan dapat memberi pengalaman positif bagi semuanya.
Sementara itu, Omar sebagai perwakilan sponsor DEENIN untuk ISCG 2026, mengapresiasi keuletan serta kerja sama baik yang terjalin antara pihaknya dengan mahasiswa Indonesia dalam PPMI Pakistan saat mempersiapkan acara.