NADIKABAR.COM — Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Sekretaris Jenderal (Sekjen) Syarikat Islam (SI) Ferry Juliantono menegaskan kebangkitan koperasi merupakan kembalinya benih perjuangan kemerdekaan yang dirintis para pendiri bangsa guna mengakhiri penguasaan sumber daya oleh segelintir korporasi besar.

Hal tersebut ditegaskan Menkop dalam kegiatan Diskusi Publik Pra Kongres Nasional SI ke-42 di Jakarta, hari ini. Hadir sebagai narasumber Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung, Presiden Lajnah Tanfidziah Pimpinan Pusat Syarikat Islam Hamdan Zoelva, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, Ketua LPEU MUI Mukhaer Pakkana, Ketua Pelaksana Kongres Nasional Majelis Tahkim SI ke-42 Yudhi Irsyadi Syafii, Pakar Ekonomi Syariah Anas Alhifni (Gus Anas), serta jajaran Pimpinan Pusat Syarikat Islam.

"Koperasi memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi rakyat. Semangat kebersamaan, gotong royong, keadilan, dan pemberdayaan yang menjadi bagian dari perjuangan SI sejalan dengan nilai-nilai koperasi," kata Ferry Juliantono dalam keterangan tertulis, Senin (5/10/2026).

Dia mengingatkan gagasan kemerdekaan dan pemerintahan sendiri pertama kali digaungkan H.O.S. Tjokroaminoto dalam Kongres SI ke-3 di Bandung. Semangat itu didasari keinginan mengangkat rakyat dari penindasan kolonial, termasuk mendirikan koperasi dan Asuransi Bumiputera pada 1912.

"Kini Presiden Prabowo Subianto mengembalikan negara ke jalur konstitusi, hadir, mengatur, dan memastikan kemakmuran dibagi merata," ujarnya.

Oleh karena itu, Ferry berharap Kongres SI ke-42 dapat memperkaya gagasan agar perubahan berjalan lebih cepat dan mewujudkan cita-cita pendiri bangsa untuk mencapai kemerdekaan sejati melalui kemandirian ekonomi rakyat. Dia menegaskan arah dakwah ekonomi SI yang digagas sejak 2010 kini mulai menunjukkan hasil nyata.

Ferry menekankan semua itu merupakan wujud nyata perubahan yang diperjuangkan agar koperasi semakin kuat, modern, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

"Semoga diskusi ini menjadi ruang bertukar gagasan dan melahirkan langkah konkret untuk memperkuat gerakan koperasi serta mewujudkan kemandirian ekonomi Indonesia," ucapnya.

Sementara itu, Presiden SI Hamdan Zoelva menekankan sejak Kongres SI tahun 2010, dakwah ekonomi dan penguatan koperasi telah ditempatkan sebagai prioritas utama guna mengatasi ketimpangan yang makin melebar serta membangkitkan kemandirian ekonomi rakyat.

"Maka koperasi merupakan jalan tepat untuk mengembalikan kesadaran ekonomi rakyat. Dakwah di bidang pendidikan dan sosial tetap berjalan, namun ekonomi harus menjadi prioritas agar kemandirian tercapai. Penguatan koperasi sejalan dengan semangat awal pendiri bangsa," ungkapnya.

Sementara itu, Rocky Gerung mengatakan semangat koperasi sangat relevan dengan dasar bangsa Indonesia, yaitu Pancasila, di mana makna setiap sila Pancasila selaras dengan nilai-nilai koperasi.

"Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada akhirnya membutuhkan dukungan negara agar gerakan koperasi memiliki fondasi yang kuat dan mampu berfungsi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat," tegasnya.

Rocky mengatakan kekuatan koperasi terletak pada gerakannya yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat. Karena itu, pengembangan KDKMP perlu didorong sebagai gerakan bersama yang memiliki fondasi kuat, bukan hanya sebagai pembentukan kelembagaan.

"Koperasi harus dipahami bahwa bukan semata-mata sebuah bangunan tapi adalah revolusi atau gerakan, revolusi bisa terjadi kalau itu sudah menjadi gerakan, kalau nggak ada gerakan tidak ada revolusi," tutup Rocky.