"Kurang dua tahun pemerintahan yang saya pimpin, kita telah menutup 290 BUMN yang tidak menguntungkan, yang tidak punya kinerja baik, yang rugi, kita tutup 290 BUMN, dengan menutup 290 BUMN kita telah menghemat Rp 50 triliun," ungkapnya.

Menurut Prabowo, perampingan BUMN itu berhasil mengurangi biaya rutin atau overhead. Ia menjelaskan, efisiensi dari penutupan ratusan BUMN sebelumnya telah mencapai Rp 50 triliun. Ke depan, ia berharap penghematan dapat mencapai Rp 100 triliun.

"Berarti harapan saya kita bisa menghemat Rp 100 triliun dari overhead, dari biaya rutin gaji direksi, gaji komisaris. Penghematan kita di berbagai bidang, sudah mendekati Rp 300 triliun tiap tahun," ungkap Prabowo.

Ia mengatakan, pemerintah akan mengalihkan uang hasil penghematan tersebut untuk kepentingan masyarakat. Pemerintah berupaya agar anggaran yang sebelumnya digunakan untuk biaya rutin dapat memberikan manfaat yang lebih besar.