"Hanya dengan persatuan, hanya dengan Bhinneka Tunggal Ika, hanya dengan mengakui dan menghormati semua suku dan semua agama dan semua ras, dan semua budaya, dan semua adat, kita bisa bernegara dengan baik," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya mempelajari sejarah. Ia mengingatkan bahwa bangsa yang melupakan pengalaman masa lalunya berisiko mengulangi kesalahan serupa.

"Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah. Ini pelajaran ribuan tahun," katanya.

Menurutnya, kemajuan teknologi tidak menghilangkan pentingnya pemahaman terhadap perjalanan sejarah, seperti pengalaman pahit penjajahan yang pernah dialami Indonesia akibat lemahnya persatuan.