"Saudara-saudara, pelajaran sejarah yang paling sakit bagi Indonesia adalah kita pernah dijajah oleh bangsa lain. Kenapa berhasil kita dijajah? Karena kita tidak bersatu, Pangeran yang satu lebih baik dia kerja sama dengan orang asing daripada kerja sama dengan saudaranya sendiri. Ini sejarah kita. Ini yang harus kita belajar," ujarnya.
Prabowo kemudian menyinggung strategi divide et impera atau politik pecah belah yang digunakan penjajah untuk melemahkan bangsa Indonesia. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak kembali terjebak dalam perpecahan yang dapat merugikan bangsa sendiri.
"Kelompok penjajah ratusan tahun, ribuan tahun, mereka punya ajaran divide et impera. Pecah belah, pecah belah, jangan kita ulangi kesalahan-kesalahan pendahulu-pendahulu kita. Pendahulu kita banyak kecemerlangan, tapi kita harus belajar dari kekurangannya," ujarnya.