Pelibatan ilmuwan dan profesional tersebut ditujukan agar pengelolaan kawasan gambut dilakukan berdasarkan pengetahuan dan kajian yang lebih komprehensif, sekaligus mendukung upaya pencegahan karhutla sejak dini.

Selain penguatan dari sisi pencegahan, pemerintah juga menyiapkan langkah penanganan di lapangan. Teddy mengatakan Satgas Darat akan dioptimalkan agar dapat merespons dan menangani kebakaran secara langsung di lokasi.

Pemerintah juga akan mengoptimalkan pemanfaatan pompa air, termasuk pompa portabel dan pengeboran dangkal, sebagai bagian dari penguatan kapasitas penanganan kebakaran, khususnya di kawasan gambut.

Teddy mengatakan upaya tersebut juga akan melibatkan perangkat desa dan masyarakat sekitar melalui kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).