NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan terima kasih kepada keluarga prajurit TNI yang harus siap jika prajurit tidak kembali dari tugas.
"Untuk itu sekali lagi, saya menyampaikan salam dan terima kasih kepada istri-istri para prajurit," kata Presiden dalam amanatnya saat upacara HUT Ke-81 TNI di di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Jakarta, Senin.
Presiden juga menyampaikan salam dan terima kasih kepada suami yang memiliki istri seorang prajurit TNI serta kepada anak-anak dan orang tua para prajurit.
Menurut Presiden, mereka adalah keluarga yang selalu menunggu dan harus siap apabila suaminya, istrinya, putranya atau putrinya tidak akan kembali.
Presiden menilai pengabdian seorang prajurit merupakan pengorbanan yang sangat besar, terutama bagi keluarganya.
Dalam amanat yang sama, Presiden menyatakan pemerintah akan terus memperhatikan kesejahteraan prajurit, pendidikan anak-anak prajurit, pelayanan kesehatan serta kehidupan keluarga prajurit.
Ia menegaskan sebagai tentara rakyat, tingkat kehidupan TNI tidak boleh terlalu jauh dari tingkat kehidupan rakyat.
Presiden mengaitkan hal itu dengan tema HUT Ke-81 TNI, yakni "TNI kuat bersama rakyat". Ia menyebut TNI lahir dari rakyat dan berjuang bersama rakyat.
"Jiwa dan ragamu milik rakyat Indonesia," kata Presiden kepada para prajurit.
Presiden mengatakan di pundak prajurit terdapat beban yang tidak ringan, yakni kehormatan, kedaulatan, dan kemerdekaan bangsa Indonesia serta kesejahteraan rakyat.
"Tugas saudara berat, tapi saya yakin saudara mampu," ujarnya.
Presiden juga mengapresiasi kehadiran prajurit saat bencana seperti banjir, longsor, gempa bumi, gunung meletus, dan kebakaran. Ia meminta TNI terus menjadi tentara yang dekat dengan rakyat.
Upacara HUT Ke-81 TNI itu melibatkan 3.378 prajurit dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara serta pasukan Komponen Cadangan dan KKRI/Pramuka. Dalam upacara tersebut, Presiden meresmikan 204 satuan baru TNI, termasuk enam kodam.