Selain itu, Agung menilai ada dimensi hukum di balik peluang reshuffle kabinet. "Ketiga, dimensi yuridis, ada pembantu presiden yang diduga tersangkut kasus korupsi," imbuhnya.

Agung lantas menyinggung sejumlah nama yang berpeluang kena reshuffle kabinet. Salah satunya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

"Yang lagi ramai, kinerja Karhutla, jadi fokus saya ke Menteri Kehutanan, Raja Juli, parah ini, kemudian tambahan lain, Nusron Wahid, biar fokus ke kasus. Karena 2 kali mangkir dari panggilan KPK. Sebaiknya beliau mundur karena jadi beban Presiden," jelas dia.

Senada dengan Agung, pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio juga meyakini akan ada reshuffle kabinet di balik pernyataan Prabowo. Dia meyakini Prabowo punya banyak orang yang siap menggantikan orang-orang di kabinet.

"Kalau saya bacanya Presiden punya banyak stok orang RI yang siap bantu dirinya untuk dipercayakan di jabatan tertentu, apakah akan ada reshuffle? Ya ada lah. Pemain cadangan artinya warming up dulu pemanasan sebelum masuk ke gelanggang keren juga Pak Prabowo," ucap Hensat.