NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan terdapat indikasi perusahaan asing ikut bertanggung jawab terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mendukung pencabutan izinnya untuk dikelola generasi muda Indonesia.

"Kebakaran hutan, ternyata ada indikasi-indikasi banyak perusahaan asing yang harus bertanggung jawab. Dikasih konsesi sudah belasan tahun ada yang melanggar tiga kali, empat kali, ada yang belasan kali, ada yang 19 kali melanggar," kata Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis.

"Kalau dua kali melanggar dicabut saja," ujar Prabowo menambahkan.

Kepala Negara memastikan Indonesia bertanggung jawab dalam upaya penanganan karhutla, namun pada saat bersamaan ada beberapa negara yang malah mengambil pendekatan negatif terhadap upaya itu.