Prabowo mengatakan jiwa rela berkorban tidak hanya diperlukan oleh prajurit TNI, tetapi juga menjadi kekuatan suatu bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan.

Dia menilai bangsa yang memiliki semangat rela berkorban, sementara rakyatnya tangguh dan berani akan memiliki kekuatan untuk mempertahankan kepentingan nasional.

"Tentara yang punya jiwa rela berkorban, bangsa yang rela berkorban, rakyat yang tangguh, rakyat yang berani, itulah kekuatan suatu bangsa," kata Presiden.

Presiden sebelumnya juga menekankan bahwa TNI merupakan tentara rakyat yang sejak lahir tidak terpisahkan dari masyarakat. Oleh karena itu, kekuatan yang dimiliki TNI harus digunakan untuk melindungi rakyat dan menjaga kedaulatan negara.