"Mereka, mereka mau menyogok tokoh-tokoh politik kita. Mereka mau beli, nyogok hakim, nyogok jaksa, nyogok jenderal, nyogok menteri, mereka mau nyogok presiden," sambungnya.

Prabowo juga menyinggung penggunaan media sosial untuk memengaruhi masyarakat. Dia mengatakan ada pihak yang menggunakan buzzer dan robot untuk menyebarkan fitnah.

"Dengan uang mereka memelihara apa itu algoritma, pakai buzzer-buzzer, robot-robot, anak-anak kita, bapak-bapak kita, rakyat kita dirusak. Coba mereka pengaruhi dengan fitnah," katanya.

Prabowo menyebut kondisi itu sebagai bahaya yang juga dialami banyak negara. Menurutnya, bentuk konflik saat ini tak selalu dilakukan melalui pengerahan pasukan.

"Alhamdulillah rakyat kita tidak bodoh. Tapi ini bahaya yang dialami banyak negara. Jadi ini adalah termasuk perang. Perang sekarang tidak perlu dengan kirim pasukan banyak. Pertama dia rusak dengan sosmed-sosmed yang nggak bener, saudara-saudara," ungkapnya.