NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto melantik Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KP) di Istana Negara, Jakarta, Kamis.
Berdasarkan tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden, prosesi pelantikan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 104 P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.
Setelah pembacaan Keppres, Irwan mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu oleh Presiden Prabowo.
"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," demikian petikan sumpah jabatan yang diikuti Irwan.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan oleh sejumlah pejabat yang dilantik, dilanjutkan oleh Presiden Prabowo.
Irwan sebelumnya dikenal sebagai Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia juga merupakan ahli di bidang gempa dan kadaster.
Selain Irwan, Presiden juga melantik Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menko PMK Sugiono, Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo, Menko Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir, Menteri Perindustrian Sarmuji, Kepala Badan Reformasi Agraria Nasional Dedy Prasetyo, Wakil Kepala Badan Otorita Pantai Utara Komjen Pol. Fadhil Imran.
Turut dilantik Wakil Menteri Koordinator bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo, Wamenkeu Nurkolisoh Ibnu Aman, dan Wamenkeu Luky Afirman.
Upacara pelantikan sejumlah pejabat negara hari ini, yang merupakan bagian dari perombakan kabinet (reshuffle) terbaru, yaitu yang ketujuh dalam periode dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo.
Upacara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, di antaranya menteri-menteri koordinator pada Kabinet Merah Putih, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.