NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto berencana menambah 70 ribu polisi hutan atau polhut. Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Manggrove Nasional (BPGMN) Setyawan Pudyatmoko mengatakan sebanyak 21 ribu polhut direkrut tahun ini.
Awalnya, Setyawan menjelaskan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla diperlukan pembasahan. Selain itu, ekosistem gambut juga perlu dikembalikan.
"Untuk mengatasi bahan bakar yang kering, kita akan mengupayakan pembasahan kembali dan mengembalikan ekosistem gambut ke kondisi semula," kata Setyawan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Untuk mengantisipasi pemicu karhutla, dia menilai perlu ada peran polisi hutan. Rencananya, pemerintah akan menambah sebanyak 70 ribu polhut.
"Sementara itu, untuk mengatasi pemicunya, sesuai arahan Pak Presiden, kita akan bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan. Jumlah polisi hutan kita masih sangat sedikit. Arahan Pak Presiden adalah menambah 70.000 personel polisi hutan," ujar Setyawan.
Untuk tahun ini, pemerintah menargetkan 21 ribu polisi hutan direkrut. Tugas mereka tidak hanya melakukan patroli, namun juga turut mengedukasi masyarakat soal karhutla.
"Tahun ini kita harapkan ada tambahan 21.000 personel. Tugas mereka nantinya tidak hanya melakukan patroli, tetapi juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat dan melakukan pendampingan," ucap Setyawan.
Setyawan berharap adanya penurunan secara bertahap titik karhutla. Wilayah yang sebelumnya terbakar berulang kali diharapkan tidak terbakar lagi.
"Ada sekitar 500-an kesatuan Hidrologis gambut (KHG) yang akan kita petakan. Seperti daerah aliran sungai (DAS) yang memiliki kategori kritis dan sangat kritis, KHG juga akan kita petakan," sebut Setyawan.
"Kita harus mengetahui KHG mana saja yang kondisinya kritis. Wilayah-wilayah tersebut akan menjadi prioritas untuk dipulihkan," imbuhnya.