"Namun vape juga menjadi salah satu celah yang bisa dimanfaatkan untuk penyebaran narkoba. Sehingga ini hal yang saya kira harus benar-benar diantisipasi. Oleh karena itu, nanti Kepala BNN nanti bisa akan, dan Kementerian Kesehatan ya, akan mengatur tentang hal itu," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN Ni Luh Putu Indi Dharmayanti mengatakan alat deteksi ketergantungan narkoba yang dikaji BRIN akan dikembangkan hingga level genom. Genom merupakan keseluruhan informasi atau materi genetik yang dimiliki suatu sel atau organisme.

"Iya, kita juga sampai level genom kita akan kembangkan untuk deteksi untuk ketergantungan. Kemudian setelah yang bersangkutan itu misalnya sudah selesai dari ketergantungan, kita juga sediakan alat-alat deteksi semacam itu sampai ke genom," imbuhnya.