NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto berdiskusi dengan para akademisi dari berbagai lembaga riset dan perguruan tinggi membahas penanganan karhutla di lahan gambut. Prabowo menilai Indonesia memiliki fenomena berbeda dengan negara tetangga, yakni memiliki hutan dengan lahan gambut yang luas.
Diskusi itu digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (24/9). Dalam pengantarnya, Seskab Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa para akademisi hadir atas undangan Prabowo untuk berdiskusi secara langsung mengenai persoalan lahan gambut berdasarkan bidang keahlian masing-masing.
"Bapak Presiden, pada Kamis siang hari ini, 24 September 2026, atas undangan Bapak Presiden, telah hadir di Istana Merdeka 22 akademisi dari berbagai universitas di dalam dan luar negeri untuk berdiskusi langsung dengan Bapak Presiden terkait penanganan lahan gambut yang berpotensi terbakar dari tahun ke tahun," ujar Teddy pada pengantarnya dalam video yang diunggah akun Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (25/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menjelaskan bahwa para akademisi, profesor, dan peneliti yang hadir sebelumnya telah mengikuti diskusi panel ahli. Diskusi tersebut turut melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.