NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto mengatakan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) akan menghadapi tantangan berat dalam menjalankan tugas untuk mengamankan kekayaan negara dari pihak-pihak yang melakukan kecurangan.

Presiden Prabowo menyampaikan upaya pemerintah untuk menertibkan pengelolaan kekayaan negara kerap menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati praktik korupsi dan kecurangan.

"Saya mengerti dan saya paham bahwa tantangan yang saudara-saudara hadapi tidak ringan," kata Presiden Prabowo saat memberikan arahan dalam Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan Tahap 8 di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa.

Presiden Prabowo menyebut perlawanan serupa juga muncul ketika pemerintah berupaya memberantas berbagai bentuk kejahatan, seperti korupsi, penyelundupan, peredaran narkotika, penipuan, hingga praktik yang merugikan kekayaan negara.

"Tiap kali ada unsur-unsur pimpinan bangsa Indonesia yang ingin melawan korupsi, tiap kali ada unsur-unsur kepemimpinan di bangsa ini yang ingin melawan penyelundupan, melawan penyebaran narkotika, melawan penipuan, melawan perampokan kekayaan negara, tiap kali kita menghadapi perlawanan yang tidak ringan," ujarnya.

Menurut Presiden Prabowo, pihak-pihak yang menikmati praktik tersebut memiliki kekuatan sehingga upaya penertiban tidak selalu berjalan mudah.

Namun, Presiden Prabowo menekankan bahwa pertentangan antara pihak yang ingin menegakkan kebenaran dan pihak yang mempertahankan kepentingannya merupakan tantangan yang selalu ada dalam sejarah.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keberanian dalam menentukan sikap ketika menghadapi tantangan tersebut. Presiden Prabowo meminta jajaran Satgas PKH tetap memilih upaya yang menurutnya berada di jalan kebenaran dan keadilan.

"Pilihannya adalah pada diri kita. Apakah kita berani memilih jalan kebenaran atau kita menyerah kepada kekuatan yang serakah, kekuatan yang tidak setia kepada bangsa ini," tegas Presiden Prabowo.

Kepala Negara menilai Indonesia memiliki kekayaan alam yang besar sehingga pengelolaannya harus diarahkan untuk kepentingan masyarakat dan negara.

"Kekuatan yang menghina rakyat, kekuatan yang bekerja agar Indonesia terus miskin. Padahal kita negara yang sangat kaya," katanya.