Pada kesempatan itu, Prabowo meluncurkan program hilirisasi senilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun berupa ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan peluncuran 11 proyek program hilirisasi

Proyek tersebut terdiri atas komersialisasi empat proyek industri dan pembangunan tujuh proyek industri baru di kawasan IWIP.

Prabowo mengatakan pengembangan industri dan hilirisasi merupakan bagian dari upaya membangun perekonomian nasional dengan mengolah kekayaan alam Indonesia sehingga memberikan manfaat bagi rakyat.

Presiden juga mengingatkan agar pengembangan industri tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keselamatan, termasuk menjaga kualitas air dan udara serta pengelolaan limbah.