NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu, membahas sejumlah program bantuan yang disiapkan oleh pemerintah untuk disalurkan kepada masyarakat sepanjang Kuartal IV/2026 atau sampai dengan akhir tahun 2026.

Bantuan-bantuan tersebut mencakup bantuan beras 10 kilogram untuk 3 bulan yang diberikan satu kali mulai bulan Oktober 2026, kemudian pembukaan rekening warga negara di atas 17 tahun untuk mereka yang berasal dari kategori Desil 1 (miskin ekstrem) hingga Desil 4 (rentan miskin), dan terakhir subsidi upah yang diberikan sebanyak satu kali untuk tiga bulan.

"Hari ini rapat dengan Bapak Presiden terkait dengan program-program, bantuan pemerintah yang disiapkan untuk Kuartal IV. jadi, tadi dibahas program untuk Kuartal IV, antara lain pembukaan rekening kepada warga negara yang di atas 17 tahun, dan diarahkan pada Desil 1 sampai dengan Desil 4. Nanti angkanya sedang di cross check dengan kementerian terkait," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan isi rapat dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu malam.

Airlangga melanjutkan bantuan kedua, yaitu bantuan pangan yang akan diberikan kepada 33.244.408 keluarga penerima manfaat.

"Yang kedua, konfirmasi bantuan pangan yang besarnya 10 kilogram untuk 3 bulan, dan nanti akan diserahkan satu kali untuk Oktober dan Desember, dan ini diberikan kepada 33.244.408 keluarga penerima manfaat. Ini desilnya 1 sampai 4," ujar Airlangga.

Ia melanjutkan besaran anggaran yang dialokasikan untuk bantuan pangan tersebut kurang lebih sebesar Rp17,5 triliun.

Bantuan ketiga, Airlangga menyampaikan, pemerintah mempersiapkan kembali subsidi upah untuk disalurkan pada Kuartal IV/2026.

"Pemerintah akan memberikan lagi bantuan subsidi upah, di mana bantuan subsidi upah ini diberikan satu kali untuk tiga bulan, dan per bulannya sebesar Rp300.000, dan ini diberikan kepada 13,3 juta pekerja," kata Airlangga.

Dia menambahkan kebutuhan anggaran untuk subsidi upah itu hampir mencapai Rp12 triliun.

Rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu sore, diikuti oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, CTO Danantara Sigit Puja Santosa, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara.