NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto melemparkan candaan terkait hubungannya dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia menyebut karena ada kesamaan nama maka ia dan Sigit tidak boleh berjauhan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam acara Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Prabowo awalnya menyapa sejumlah pejabat yang hadir, kemudian masuk ke giliran menyapa KSP Sigit.

"Kepala Staf Kepresidenan Jenderal polisi Listyo Sigit Prabowo. Mantan Kapolri," kata Prabowo.

Dia kemudian melanjutkan sapaan terhadap Sigit. Prabowo mengungkit kesamaan nama yang ada pada Sigit dengan namanya. Dia berujar hal itu menjadi penanda bahwa keduanya harus selalu memiliki hubungan yang dekat.

"Karena namanya (ada) Prabowo jadi nggak boleh jauh-jauh. Deket aja terus," ujar Prabowo.

Dalam rakornas ini, Prabowo membentuk Dewan Pimpinan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK). Lembaga tersebut dipimpin langsung oleh Prabowo dengan Ketua Harian Airlangga Hartarto.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 22 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini saya resmikan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan," ujarnya.

Selain Prabowo dan Airlangga, ada empat anggota kabinet lain yang menjadi wakil ketua, yakni Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Mendagri Tito Karnavian, dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Lalu sebagian menteri menjadi anggota.

Airlangga menyebut sebelumnya lembaga tersebut bernama Dewan Nasional Keuangan Inklusif, lalu diubah menjadi Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan. Ia menyebut DNKK kini akan lebih fokus menaungi program sampai skala keuangan di tingkat keluarga.

"Kami berterima kasih atas persetujuan Bapak Presiden, mengubah Dewan Nasional Keuangan Inklusif menjadi Dewan Nasional Kesejahteraan Keluarga, ini dengan PP Nomor 42/2026 yang tadi kami sampaikan singkatan di program ini agak banyak, Pak Presiden," ujarnya.