Menurut dia, pembenahan BUMN diperlukan agar kekayaan negara dapat dikelola secara efisien dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Angka pertumbuhan laba sejumlah BUMN tersebut sebelumnya juga pernah disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Jakarta pada 14 Agustus 2026.

Saat itu, Prabowo menyebut laba bersih Semen Indonesia meningkat 408,9 persen pada semester I 2026, Pupuk Indonesia 252,8 persen, Pertamina 86 persen, Pegadaian 84,4 persen, dan PTPN 54,4 persen.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan semester I 2026 yang dipublikasikan setelah pidato tersebut, Semen Indonesia membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sekitar Rp207 miliar atau meningkat sekitar 446 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.