Menurut Prabowo, kemajuan teknologi tidak menghilangkan pentingnya pemahaman terhadap perjalanan sejarah dan sifat dasar manusia.

Ia mencontohkan pengalaman pahit penjajahan yang pernah dialami Indonesia akibat lemahnya persatuan di antara sesama anak bangsa dan mengajak generasi muda mengambil pelajaran dari politik pecah belah yang pernah diterapkan penjajah agar kesalahan masa lalu tidak kembali terulang.

"Jangan kita ulangi kesalahan-kesalahan pendahulu-pendahulu kita. Pendahulu kita banyak kecemerlangan, tapi kita belajar dari kekurangannya," katanya.

Presiden juga mengingatkan adanya berbagai paham yang berpotensi mengancam persatuan apabila mengedepankan kepentingan kelompok tertentu di atas kepentingan bangsa. Meski demikian, Presiden optimistis Indonesia memiliki kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan.