"Kemudian harus menyiapkan juga secara profesional baik sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik tetapi adalah intelektual. Jadi kalau misalnya masuk tentara atau polisi pakai kacamata boleh tapi dia pintar," katanya.

Dudung menilai penekanan tersebut tidak terlepas dari tantangan pertahanan dan keamanan masa depan yang makin kompleks. Oleh karena itu, peningkatan kualitas dan kapasitas personel turut menjadi salah satu perhatian Presiden Prabowo.

"Karena tantangan ke depan ini kan perang hybrid perang pakai drone dan sebagainya. Sehingga itu yang menjadi konsentris Bapak Presiden. Kemudian juga tentang situasi global saat ini juga perlu disikapi dengan meningkatkan satu bagaimana profesionalisme prajurit perlu ditingkatkan baik pendidikan, maupun latihan," katanya.

Adapun dalam pengantarnya, Presiden Prabowo menyampaikan dalam pertemuan tersebut dirinya ingin memberi gambaran tentang keadaan yang dihadapi sebagai bangsa dan negara.

"Sengaja saya mengundang para perwira tinggi menjelang pemerintahan yang saya pimpin dua tahun. Saya ingin memberi suatu gambaran keadaan yang kita hadapi sebagai bangsa dan sebagai negara," ujar Presiden.