Menurut Prabowo, sejarah tersebut menunjukkan bahwa seluruh kekuatan TNI harus ditunjukkan untuk melindungi rakyat. Oleh karena itu, prajurit harus tetap berada di tengah masyarakat dan tidak menjauh dari rakyat.
"Jangan pernah jauh dari rakyat, harus di tengah-tengah rakyat. TNI harus selalu mendengarkan kesulitan rakyat, harus hadir ketika rakyat membutuhkan," kata Presiden.
Kepala Negara juga mengingatkan prajurit bahwa pengabdian sebagai anggota TNI membawa tanggung jawab untuk mengutamakan kepentingan rakyat.
"Jiwa dan ragamu sudah bukan milikmu lagi, sudah bukan milik keluargamu lagi. Jiwa dan ragamu milik rakyat Indonesia," ujarnya.
Prabowo lalu mencontohkan kehadiran prajurit TNI ketika masyarakat menghadapi berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, dan kebakaran hutan.