Sementara itu, salah satu peserta dari TNI AD, Letda Inf Rangga Dwika, mengatakan Latma Wirra Jaya Ausindo 2026 menjadi kesempatan bagi prajurit dari Indonesia dan Australia untuk saling bertukar pengetahuan dan keterampilan di bidang militer.

"Banyak ilmu yang kami pelajari dari Australia, begitu juga sebaliknya. Harapannya, latihan ini dapat menunjang kualitas latihan Angkatan Darat kedua negara, sekaligus mempererat hubungan bilateral," kata Rangga Dwika.

Selama latihan, peserta mempelajari cara pengisian ulang senjata dan berpindah target dengan cepat, pemeriksaan drone sebelum diterbangkan, serta bela diri melalui program Army Combatives Program (ACP) Australia yang berfokus pada kemampuan melumpuhkan lawan dan menghadapi ancaman bersama tim.

"Di doktrin mereka (Australia), kami bertempur tidak pernah sendirian. Jadi, jangan pernah berpikir kami menghadapi musuh sendirian," kata Rangga Dwika.