BMKG juga memperkirakan musim hujan kali ini cenderung berlangsung lebih singkat. Sebanyak 482 ZOM yang mencakup 51,90% luas daratan Indonesia diprediksi memiliki durasi musim hujan lebih pendek dari normal. Sebanyak 60 ZOM atau 8,58% luas daratan diprediksi lebih panjang, sedangkan 40 ZOM atau 5,06% diperkirakan sama dengan normal.
Menurut BMKG, kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena El Niño yang sedang berlangsung dengan intensitas sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) yang berpeluang berada pada fase positif hingga akhir 2026. Kombinasi keduanya disebut dapat mengurangi curah hujan dan memperpanjang periode kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.
"Kombinasi fenomena El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat," jelas Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, Selasa (22/9).
Lebih lanjut, BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah tetap mewaspadai kekeringan dan karhutla, terutama pada September-Oktober. Kesiapan menghadapi banjir dan longsor juga perlu diperkuat menjelang awal hingga puncak musim hujan.