NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana memberangkatkan 10 lurah finalis Benyamin Sueb Award 2026 untuk melakukan studi banding ke luar negeri. Program tersebut bertujuan memperluas wawasan dan cara pandang para lurah dalam mengembangkan wilayahnya masing-masing.

Pramono mengatakan 10 lurah yang masuk finalis akan mendapatkan kesempatan belajar ke sejumlah negara. Beberapa negara yang menjadi opsi di antaranya Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, hingga China.

"Saya sudah memutuskan dan saya sampaikan kepada Ibu Tona, kepada 10 finalis, mereka kita berikan kesempatan untuk melihat dunia," kata Pramono di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).

Menurut Pramono, studi banding tersebut penting agar para lurah tidak hanya terpaku pada kondisi wilayahnya sendiri. Pramono ingin para lurah melihat dan mempelajari tata kelola wilayah di negara lain yang dinilai lebih maju.

"Intinya supaya wawasannya itu tidak jago kandang. Karena salah satu hal yang selalu menjadi masalah adalah kalau wawasannya sudah merasa paling benar, padahal itu adalah dalam levelnya dia," ujarnya.

Pramono berharap para lurah dapat membandingkan pengelolaan wilayah di Jakarta dengan negara-negara yang memiliki sistem manajemen lebih baik. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan inspirasi untuk diterapkan di lingkungan masing-masing.

"Saya ingin 10 finalis ini melihat, membandingkan negara-negara yang manajemennya lebih baik, lebih maju dari kita," jelasnya.

Pramono juga meminta para lurah mulai mempersiapkan diri, termasuk mempelajari bahasa Inggris untuk memudahkan komunikasi selama berada di luar negeri.

Di sisi lain, Pramono menegaskan anggaran untuk program tersebut akan dilakukan secara transparan. Pramono menyebut pengelolaan anggaran menjadi kewenangan Biro Kerja Sama DKI Jakarta.

"Dan yang paling penting, seperti janji saya, transparansi itu menjadi kata kunci utama. Berapa pun anggaran nanti yang dialokasikan, pasti transparan," pungkasnya.