NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bakal memperbanyak penyelenggaraan acara atau event di Jakarta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dia mempersilakan promotor menghadirkan berbagai acara yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi Ibu Kota.

Pramono mengatakan penyelenggaraan berbagai acara menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan aktivitas ekonomi Jakarta. Menurutnya, pemerintah daerah akan memberikan dukungan kepada promotor yang ingin menggelar acara di Jakarta.

"Saya menyebutkan, saya mengatakan bahwa Jakarta harus ada creative financing, Jakarta harus membuat event-event di Jakarta itu lebih menarik. Karena Bapak, Ibu sudah-sudah sadari, semua promotor yang mau nge-bid di Jakarta, saya memberikan support dukungan sepenuhnya," kata Pramono di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026).

Dia mencontohkan dampak ekonomi dari konser musik dan Jakarta Running Festival yang baru saja digelar. Menurutnya, kedua kegiatan tersebut memberikan kontribusi ekonomi yang cukup besar bagi Jakarta.

"Contohnya, 3 hari yang lalu ada Ye Concert dan juga ada Jakarta Running Festival," ujarnya.

Pramono menyebut konser Ye memberikan dampak ekonomi sekitar Rp 450 miliar. Sementara itu, Jakarta Running Festival diperkirakan menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp 175 miliar.

"Sehingga dua ini saja sudah Rp 625 miliar. Nah, yang seperti-seperti itulah yang kemudian saya minta kepada jajaran Balai Kota untuk dikembangkan dan dikelola secara profesional," jelasnya.

Pramono juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat terhadap acara hiburan berskala besar. Dia menyebut konser Ye turut mendatangkan sekitar 30 ribu orang asing ke Jakarta dan meningkatkan aktivitas perhotelan.

"Maka dengan demikian, event-event, saya menyebut dengan epicenter event akan kita perbanyak," katanya.

Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan terus mendorong penyelenggaraan berbagai acara yang berpotensi menggerakkan perekonomian. Dia menyebut sejumlah acara hiburan telah masuk dalam agenda mendatang.

"Bulan depan ada Garden Roses, ada K-Pop K-Pop yang banyak, Januari ada Westlife. Pokoknya semua yang menghasilkan cuan silakan datang ke Jakarta. Silakan datang ke Jakarta," ucapnya.

Selain konser dan acara olahraga, Pramono juga menaruh harapan pada program belanja untuk meningkatkan transaksi ekonomi di Jakarta. Salah satunya melalui Jakarta Great Sale. Dia menyebut penyelenggaraan Jakarta Great Sale pada tahun sebelumnya menghasilkan transaksi ekonomi sebesar Rp 26,8 triliun.

"Kenapa bisa lebih dari itu? Pertama mulainya lebih lama, kedua kita akan memberikan kembali subsidi kepada hotel-hotel yang memberikan diskon," tuturnya.

Pramono menilai berbagai acara dan program belanja dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi Jakarta sekaligus memperkuat daya tarik kota di tengah persaingan menjadi kota global.