Adapun obrolan keduanya membahas sejumlah persoalan yang dihadapi kedua kota, mulai dari transportasi, bantuan sosial (bansos), keamanan, hingga obligasi.
Menurut Pramono, Jakarta dan New York memiliki sejumlah kesamaan sebagai kota besar dengan kepadatan penduduk tinggi serta masyarakat yang multikultur dan multietnik.
"Dan New York relatif persoalannya itu hampir sama dengan Jakarta, sebagai kota yang sangat padat, multikultur, multietnik, semua orang datang ke tempat itu, sehingga dengan demikian problemnya menjadi complicated," papar Pramono.