NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penerapan ganjil genap di sejumlah ruas jalan Jakarta sedang dikaji ulang. Antara lain, ganjil genap di Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk.
"Yang berkaitan dengan ganjil genap, beberapa ruas yang selama ini terdampak dari ganjil genap dan juga pembangunan MRT, maka Pemerintah DKI bersama dengan jajaran DPRD Provinsi DKI Jakarta sedang mengkaji hal tersebut," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Menurut Pramono, beberapa ruas jalan saat ini mengalami dampak aktivitas ekonomi warga dari penerapan kebijakan tersebut. Dia menyebut Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk sebagai contohnya. "Karena memang beberapa ruas sekarang ini terdampak, misalnya seperti Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, dan sebagainya. Sedang kita kaji untuk segera diputuskan," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan evaluasi diperlukan untuk melihat kembali efektivitas penerapan ganjil-genap. Salah satu hal yang akan dikaji ialah rute atau ruas jalan yang masih relevan menerapkan kebijakan tersebut.
"Memang sudah 10 tahun, perlu kita evaluasi," kata Budi di Balai Kota Jakarta, Rabu (30/9).
Menurutnya, evaluasi tidak hanya melihat dampak ganjil-genap terhadap kelancaran lalu lintas. Pemprov DKI juga akan melihat dampak kebijakan tersebut terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian.
"Termasuk rute-rutenya perlu kita kaji lagi," ujarnya.