NADIKABAR.COM β Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta agar jalan layang non-tol (JLNT) Muara Karang untuk segera dilanjutkan dan diselesaikan dalam tiga bulan.
βTadi saya memutuskan untuk diselesaikan. Dan saya memberikan batas waktu maksimum tiga bulan untuk diselesaikan,β kata Pramono usai rapat di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat.
Pramono mengatakan, JLNT Muara Karang merupakan proyek infrastruktur era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang telah mangkrak sejak tahun 2015.
Jika JLNT itu diselesaikan pembangunannya, maka akan memberikan dampak terhadap kemacetan di kawasan tersebut.
Pramono menyebut, alasan mangkraknya pembangunan JLNT tersebut karena adanya masalah komunikasi dan kepercayaan. Sehingga ia ingin agar pembangunan itu dapat diselesaikan di eranya.
βKarena tidak ada komunikasi, tidak ada trust, begitu gubernur yang sebelumnya yang membangun di era Pak Ahok yang belum selesai, enggak ada yang melanjutkan. Kalau enggak ada yang melanjutkan sampai kapan pun tidak akan pernah selesai. Nah, saya kebetulan agak hobi menyelesaikan yang begitu-begitu,β ungkap Pramono.
Untuk itu ia memerintahkan agar jajarannya kini dapat menyelesaikan JLNT tersebut dengan komunikasi yang terbuka.
Pramono memutuskan agar pembangunan JLNT itu dipimpin langsung oleh Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris.
βTidak lagi pada OPD terkait, karena kalau OPD terkait yang dulunya kan komunikasinya saja sudah enggak baik. Sehingga, dengan turunnya Pak Asisten Pembangunan atas nama Gubernur, ruang diskusinya dibuka, dialognya dibuka, dan alhamdulillah ada titik temu dan ada kesepakatan,β papar Pramono.