NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan stok pangan dan bahan bakar minyak (BBM) di ibu kota dalam kondisi aman. Dia meminta masyarakat tak melakukan panic buying atau membeli barang secara berlebihan menyusul munculnya isu kondisi darurat dan potensi serangan di sejumlah negara.

Pramono menegaskan hingga saat ini tidak ada kendala bagi masyarakat Jakarta untuk mendapatkan kebutuhan pokok maupun BBM. Dia menyebut stok berbagai komoditas pangan masih terjaga dengan baik.

"Di Jakarta sekarang ini terbukti dengan inflasi yang terjaga rendah dan juga stok kita terutama hal yang berkaitan dengan pangan semuanya dalam kondisi baik. Jadi di Jakarta tidak ada isu tentang BBM, isu tentang beras, isu tentang yang lain-lain," kata Pramono di Kantor Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (6/11/2026).

Pramono meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing melakukan panic buying. Menurutnya, kondisi ketersediaan barang di Jakarta saat ini masih terkendali.

Dia mengatakan Pemprov DKI terus menjalin komunikasi dan kerja sama dengan sejumlah daerah untuk menjaga pasokan kebutuhan pangan di Jakarta.

"Yang paling penting adalah realitasnya. Apakah ada hambatan untuk membeli sesuatu di Jakarta? Kan enggak ada. Dan kenapa kemudian bisa enggak ada? Karena memang saya juga menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan daerah-daerah," ujarnya.

Pramono mencontohkan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat. Dia mengatakan daerah tersebut memiliki komoditas unggulan seperti lada dan sawit. Pramono bahkan membuka peluang agar komoditas cabai dari daerah tersebut turut dikirim ke Jakarta.

"Saya bilang, udah ladanya atau cabenya juga kirim aja ke Jakarta, kita akan membeli untuk itu," tuturnya.

Menurut Pramono, kerja sama antardaerah menjadi salah satu upaya Pemprov DKI menjaga ketersediaan stok pangan. Selain itu, juga membangun cadangan kebutuhan bagi masyarakat ibu kota.

Dia mengatakan pengelolaan pangan di Jakarta dilakukan melalui Food Station. Pramono berharap jajaran direksi perusahaan tersebut dapat menjaga stabilitas harga dan pasokan komoditas pangan.

"Dengan tiga srikandi ini saya berharap Food Station yang dua kepengurusan selalu ada gonjang-ganjing sedikit, ini mudah-mudahan membawa keberkahan bagi Jakarta," pungkasnya.

Diketahui, sejumlah negara merilis imbauan stok logistik 3-7 hari untuk mengantisipasi gangguan infrastruktur, cuaca ekstrem, atau ketegangan geopolitik. Publik pun sempat dihebohkan dengan wacana kesiapan menghadapi potensi pemadaman listrik dan internet total (blackout), meski pemerintah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kondisi darurat tersebut.