"Seyogianya dalam waktu kalau administrasinya sudah selesai, seminggu-dua minggu harus selesai. Dan itu secara konsisten saya lakukan. Begitu sampai di meja saya untuk menandatangani dan memberikan persetujuan tidak lebih dari 5 menit. Tidak lebih," ucapnya.
Pramono meminta jajarannya bisa lebih proaktif untuk menyelesaikan persoalan perizinan. Dia tak ingin ada lagi kasus perizinan tempat ibadah yang berlarut-larut.
"Maka saya menyampaikan kepada jajaran Balai Kota, kebetulan di sini juga hadir Uda Jon dan juga Kak Enong, staf khusus gubernur yang mengurus membantu saya untuk yang berkaitan keumatan, kita untuk memberikan perhatian secara khusus agar proses pembangunan yang seperti ini tidak berlarut-larut dan berkepanjangan," tegasnya.
Pramono menyebut dirinya ingin merangkul semua kepercayaan dan etnis di Jakarta. Dia ingin semua warga di Jakarta mendapat perlakuan yang sama.