NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan sebanyak 31 rumah sakit umum daerah (RSUD) dan 336 puskesmas di bawah pengelolaan Dinas Kesehatan DKI Jakarta berstatus ramah untuk disabilitas.

Hal itu disampaikannya dalam acara Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 bertema "Sustaining Inclusion, Empowering, and Futures" di Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu.

"Di Jakarta ini ada 44 puskesmas, 31 rumah sakit, 292 pembantu puskesmas yang semuanya sekarang sudah ramah disabilitas," kata Pramono.

Menurut Pramono, DKI Jakarta adalah satu dari sedikit provinsi di Indonesia dengan seluruh fasilitas kesehatan yang berada di bawah naungan Dinas Kesehatan berstatus ramah disabilitas.

"Tidak banyak provinsi yang kemudian memberikan layanan kesehatan secara penuh (kepada penyandang disabilitas)," kata dia.

Selain itu, Pramono juga mempromosikan program "Pasukan Putih" yang berperan memberikan pelayanan bagi warga lansia, disabilitas dan anak-anak berkebutuhan khusus.

"Jumlahnya adalah 584 pasukan putih, yang tugasnya adalah keluar masuk dari kampung ke kampung memberikan pelayanan," kata dia.

Dengan layanan tersebut, lanjut Pramono, akses tiga golongan tersebut terhadap ambulans serta tenaga kesehatan lebih dipermudah.

Pramono menekankan masyarakat yang membutuhkan layanan ambulans, dokter dan lainnya dapat memanfaatkan program tersebut.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung yang dinilai berhasil mewujudkan proyek percontohan (pilot project) dalam menyediakan akses inklusif bagi anak-anak.

Ia berharap kolaborasi antara KemenPPPA, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan pihak penyelenggara SPEKIX tidak berhenti pada acara seremonial semata, melainkan berlanjut pada pemetaan data dan penentuan langkah strategis konkret di lapangan.

"Kolaborasi bukan hanya sekedar pertemuan kali ini, tapi kami ingin ada tim dari SPEKIX, kemudian ada tim dari pemerintah daerah DKI Jakarta dan juga kementerian kami, bagaimana kita bersinergi dan melakukan langkah-langkah selanjutnya yang bisa menjembatani, menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan anak-anak kita," kata dia.

Arifatul pun mengapresiasi para orang tua yang membesarkan anak-anak berkebutuhan khusus.

"Tidak mudah untuk menjadi orang tua dengan anak yang memiliki kelebihan khusus. Tapi ini tetap harus disyukuri dan ayah bunda tidak sendiri, kita akan melakukan ini bersama-sama," tutur Arifatul.