NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut sektor ekonomi kreatif menyumbang sekitar Rp 410 triliun atau hampir 11% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta. Menurutnya, sektor tersebut menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Ibu Kota.

Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri World Conference on Creative Economy (WCCE) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026). Dia mengatakan Jakarta memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif karena didukung keberagaman budaya, talenta, serta pasar yang luas.

"Jakarta sendiri dalam hal yang berkaitan dengan ekonomi kreatif memberikan kontribusi cukup besar, hampir 11%. Jadi angkanya kurang lebih Rp 410 triliun dari aktivitas yang ada di Jakarta ini, dan ini cukup besar," kata Pramono.

Pramono mengatakan, kontribusi ekonomi kreatif juga terlihat dari berbagai kegiatan berskala besar yang digelar di Jakarta. Salah satunya Jakarta Fair di Kemayoran yang mencatatkan nilai transaksi hingga Rp 8,2 triliun dengan jumlah pengunjung mencapai 6,1 juta orang.

Selain itu, gelaran Jakarta Great Sale mencatatkan transaksi hingga Rp 26,8 triliun. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat mendorong belanja masyarakat sekaligus menggerakkan berbagai sektor usaha.

Pramono pun meminta jajarannya menyiapkan penyelenggaraan Jakarta Great Sale berikutnya agar lebih menarik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Karena itu saya sudah meminta kepada jajaran Balai Kota untuk mempersiapkan Jakarta Great Sale berikutnya lebih menarik, lebih atraktif. Kalau memang dibutuhkan lebih lama juga enggak apa-apa," ujarnya.

"Yang penting adalah transparansi dan membuat masyarakat atau orang di Jakarta ketika mereka spend uangnya itu mendapatkan value yang sesuai," lanjut Pramono.

Pramono menegaskan Pemprov DKI Jakarta ingin menjadikan Jakarta sebagai pusat ekonomi kreatif yang mampu menarik pelaku industri, kreator, hingga investor dari berbagai negara.

Dia menyebut Jakarta kini semakin sering menjadi tuan rumah berbagai acara besar, mulai dari festival musik, konser internasional, hingga ajang olahraga. Berbagai kegiatan tersebut dinilai memberikan dampak ekonomi melalui peningkatan kunjungan wisatawan, keterisian hotel dan restoran, serta terbukanya lapangan kerja.

"Kami mendorong Jakarta menjadi hub baru bagi ekonomi kreatif di semua elemen, di semua bidang, di semua ruang. Salah satu yang saya sebut dengan epicenter of event," imbuhnya.