NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui kawasan Kali Angke, di segmen Permata Buana, Jakarta Barat, masih berpotensi mengalami banjir. Meski pembangunan prasarana dan sarana sungai telah mencapai 90%, Ia menilai penanganan banjir di kawasan tersebut masih membutuhkan infrastruktur tambahan.

Salah satu upaya yang disiapkan Pemprov DKI ialah membangun embung untuk menambah daya tampung air. Sebab, kawasan tersebut memiliki kontur tanah yang lebih rendah dibandingkan wilayah sekitarnya.

"Memang di segmen ini adalah segmen yang selalu banjirnya paling lama dan terakhir. Kenapa? Karena cekungannya itu ada di paling bawah," kata Pramono saat meninjau pembangunan prasarana dan sarana Kali Angke di segmen Permata Buana, Jakbar, Selasa (3/11/2026).

Dia mengatakan pembangunan di Kali Angke sepanjang 2,057 kilometer yang terbagi dalam empat segmen telah mencapai sekitar 90%. Meski demikian, potensi banjir di kawasan tersebut masih cukup besar.

"Terus terang saja bahwa potensi banjir di tempat ini masih cukup ada. Tetapi yang jelas bahwa volume dan debitnya pasti mengalami berkurang banyak," ujarnya.

Pramono mengatakan keberadaan embung diperlukan untuk memperkuat infrastruktur pengendalian banjir yang sudah dibangun. Menurutnya, mengandalkan infrastruktur sungai saja belum cukup untuk mengatasi persoalan banjir di kawasan tersebut.

"Tadi saya menyetujui untuk dibuatkan embung supaya catchment-nya, daya tampungnya juga bertambah. Sebab kalau hanya mengandalkan infrastruktur yang ada saja, saya yakin pasti tidak cukup," jelasnya.

Dia pun meminta jajaran Pemprov DKI mulai mempersiapkan pembangunan embung tambahan di Jakarta Barat. Menurutnya, kawasan tersebut masih sangat kekurangan embung untuk menampung air.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menjelaskan wilayah Rawa Buaya dan Cengkareng masuk dalam rencana penanganan banjir Pemprov DKI.

Untuk kawasan Cengkareng, Pemprov DKI menyiapkan pembangunan Polder Apuran. Sementara itu, penanganan di Rawa Buaya akan dilakukan bersamaan dengan penyelesaian pembangunan Kali Angke.

"Rawa Buaya beserta nanti sekaligus penyelesaian Kali Angke ini kami laksanakan multiyears dari 2027 sampai dengan akhir 2028," ujar Ika.

Dia mengatakan, penanganan tersebut dilakukan secara bertahap hingga 2029. Selain pembangunan infrastruktur, Pemkot Jakarta Barat juga melakukan pengerukan saluran secara terpadu melalui program grebek lumpur.

Kegiatan tersebut melibatkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Suku Dinas SDA, kecamatan, hingga tingkat kota.