NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tegaskan kualitas udara Jakarta tidak terpengaruh oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
"Berkaitan dengan udara Jakarta, yang jelas sekarang ini tidak ada efek dari kebakaran hutan yang ada di manapun," ujar Pramono di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (23/10).
Berdasarkan pantauan indeks kualitas udara oleh IQAir per Jumat (23/10) pukul 20.55 WIB, udara di Jakarta termasuk dalam kategori tidak sehat. Ini ditandai dengan indeks kualitas udara sebesar 155 dan polutan utama PM2.5 di angka 61 µg/m³.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengakui bahwa kini kondisi udara di Jakarta belum sempurna.
Namun, ia menyatakan telah melakukan sejumlah upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut. Salah satunya dengan menginstruksikan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Pramono menyatakan bahwa OMC telah berhasil dilakukan di perbatasan Bogor dan Tangerang Selatan.
"Memang awannya itu sekarang dari kemarin masih di sana, maka hujan terjadi di perbatasan. Dan sekarang ini sebenarnya sedang gerimis rintik-rintik yang ada di sana," katanya.
Walau terjadi di perbatasan Bogor dan Tangerang Selatan, Pramono melihat hujan tersebut juga berdampak ke Jakarta.
Namun, ia masih berharap hujan dapat terjadi pula di wilayah Jakarta, khususnya Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.
"Kami berharap bahwa hasil monitoring dari BMKG ada potensi di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat untuk turun hujan mudah-mudahan sore malam hari ini. Dan saya juga memerintahkan sampai besok pun kita lakukan modifikasi cuaca," jelas Pramono.