NADIKABAR.COM β Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyoroti peran penting lurah sebagai ujung terbawah pemerintahan untuk turut serta membenahi persoalan di Ibu Kota.
Pramono ingin melibatkan lurah dalam rapat internal agar dia dapat mendengar langsung keluhan-keluhan yang sebenarnya terjadi di tengah masyarakat.
"Lurah adalah ujung terbawah pemerintahan karena di tingkat lurah itulah banyak sekali sebenarnya perizinan, peraturan-peraturan yang ada pada level itu; dan sering kali, kemudian, misalnya, kalau dulu, yaβkalau sekarang saya mendengar jarang lahβbahwa ketidakpuasan publik itu sering kali terjadi pada level itu (kelurahan)," kata Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (30/10).
Menurut dia, saat ini laporan di aplikasi JAKI mulai menurun. Seharusnya, hal itu menandakan kondisi di tengah masyarakat semakin membaik.
Namun demikian, Pramono tetap ingin mencari tahu kondisi sebenarnya yang terjadi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, dia akan menggelar rapat gabungan bersama seluruh jajaran di 44 kecamatan di DKI Jakarta.
"Jangan kemudian laporannya hanya yang baik-baik saja. Saya secara langsung ingin tahu dari bawah," ujar Pramono.
Pramono akan mulai melakukan rapat di 44 kecamatan pada awal November. Nantinya, masing-masing kecamatan akan menjadi tuan rumah saat rapat tersebut digelar.
Camat dan lurah akan memberikan pemaparan berbagai persoalan yang ada di kawasan mereka masing-masing.
Selain bersama gubernur Jakarta, rapat itu juga akan dihadiri sekretaris daerah (Sekda), wali kota, hingga organisasi perangkat daerah (OPD).
Dari kegiatan itu, seluruh persoalan yang ada dapat dibahas dan dicarikan solusi bersama. Sehingga, setiap kebijakan yang ada akan bermanfaat dan berdampak langsung bagi masyarakat.