"Tadi pagi saya mengalami sendiri ketika jam 4 membuka flag off untuk full marathon, kita di angka 61, kemudian di angka 68, dan ketika siang 80. Itu menunjukkan bahwa kondisi udara ataupun polusi Jakarta rendah sekali selama dua hari ini berlangsung," ungkapnya.
Selain itu, kata dia, pelaksanaan rekayasa cuaca juga diatur secara presisi agar tidak mengganggu agenda publik lainnya, seperti konser musisi Kanye West atau Y di GBK pada 24-25 Oktober 2026.
Ia mencontohkan, hujan berhasil diturunkan di beberapa wilayah Jakarta, namun area Gelora Bung Karno (GBK) sengaja dijaga agar tidak diguyur hujan demi kelancaran konser Ye.
"Kalau kita mau sebenarnya bisa kita turunkan hujan di GBK, tapi kan mengganggu konser yang ada sehingga di GBK kemarin sama sekali tidak tersentuh hujan. Tapi di beberapa daerah lainnya tersentuh hujan," ujarnya.