"Kita harus secara nyata mengurangi tekanan di sekolah ini; kita harus mengurangi jumlah siswa per kelas," kata Geffray dalam konferensi pers.

Mulai tahun ajaran 2027, pemerintah akan membatasi jumlah siswa kelas dua sekolah menengah menjadi maksimal 28 siswa di 50 persen sekolah yang melayani komunitas kurang beruntung.

Kebijakan tersebut akan diperluas ke 50 persen sekolah lainnya yang berada di wilayah lebih sejahtera mulai tahun ajaran 2028.

Geffray juga mengatakan Perdana Menteri Sebastien Lecornu memutuskan menyediakan tambahan dana 4 miliar euro melalui pinjaman berbunga subsidi untuk pemerintah daerah dan departemen.