NADIKABAR.COM — Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney sepakat memperkuat hubungan transatlantik serta kerja sama pertahanan, energi, dan sektor strategis dalam pertemuan bersejarah di Saint-Pierre-et-Miquelon.

"Saat ini, menjadi negara berdaulat berarti lebih dari sekadar mampu memberi makan, memasok energi, dan mempertahankan diri," kata Carney dalam pertemuan tersebut.

Ia mengatakan kedaulatan pada masa kini juga membutuhkan akses yang aman terhadap kecerdasan buatan, ruang angkasa, semikonduktor, mineral kritis, dan energi bersih.

Pertemuan bilateral di kepulauan teritori Prancis yang terletak sekitar 25 kilometer dari pesisir Newfoundland itu menjadi kunjungan resmi pertama seorang perdana menteri Kanada ke Saint-Pierre-et-Miquelon.

Macron menyambut kunjungan Carney sebagai upaya memperbaiki "anomali sejarah" karena belum pernah ada perdana menteri Kanada yang mengunjungi kepulauan tersebut.

Ia menekankan kedua negara dipersatukan nilai-nilai demokrasi, hukum internasional, serta komitmen terhadap otonomi strategis.

Di bidang pertahanan dan kedirgantaraan, Macron menyambut kontrak yang ditandatangani pada Jumat antara perusahaan pemantauan antariksa Prancis Aldoria dan Kementerian Layanan Publik dan Pengadaan Kanada.

Kontrak tersebut mencakup penyediaan data pemantauan antariksa bagi Divisi Antariksa Angkatan Bersenjata Kanada.

Carney mengatakan kedua negara telah menugaskan kementerian pertahanan dan badan antariksa masing-masing untuk mengembangkan serta berbagi infrastruktur bersama, termasuk sistem peluncuran dan fasilitas penerimaan.

Macron juga menyoroti posisi Kanada dalam koalisi negara-negara yang mendukung Ukraina.

Mengenai kekhawatiran harga bahan bakar dan pasokan energi akibat ketegangan di Timur Tengah, Macron mengatakan proyek gas alam cair (LNG) Kanada dapat berkontribusi terhadap keamanan energi Eropa.

Ia mengatakan pembahasan bilateral mengenai sejumlah proyek konkret telah dimulai. Kedua pemimpin sepakat membahas tantangan energi jangka pendek dalam pertemuan G7 mendatang yang secara khusus membahas isu energi.

Pada saat yang sama, kedua negara menegaskan komitmen terhadap transisi energi dalam jangka menengah.

Dalam sektor ekonomi, Macron dan Carney menyambut kemitraan strategis antara CCI France dan Kamar Dagang Kanada untuk mempererat hubungan komunitas bisnis kedua negara.

Keduanya juga membahas kerja sama di bidang mineral kritis, logam tanah jarang, teknologi kuantum, dan kecerdasan buatan.

Untuk memperkuat integrasi kawasan, Macron mengatakan telah meminta Menteri Pendidikan Tinggi Prancis menanggung selisih biaya kuliah bagi mahasiswa Saint-Pierre-et-Miquelon yang menempuh pendidikan di universitas Kanada.

Kedua pemimpin juga meminta Komisi Kerja Sama Regional antara Kanada Atlantik dan Saint-Pierre-et-Miquelon memperluas kerja sama dalam sejumlah bidang prioritas.

Bidang tersebut mencakup pengurangan emisi gas rumah kaca, pertumbuhan ekonomi, transisi energi, ketahanan terhadap perubahan iklim, dan kabel telekomunikasi.

Macron juga mengusulkan kerja sama dengan Kanada untuk menyediakan peluang pelatihan kejuruan baru, terutama di sektor perikanan.

Kedua negara turut mengumumkan pembentukan Forum Penelitian Kutub Kanada-Prancis yang akan digelar bergantian di kedua negara setelah edisi perdana di Saint-Pierre-et-Miquelon.

Mereka juga sepakat memperkuat kerja sama antara badan meteorologi kedua negara dan mengembangkan sistem peringatan dini melalui inisiatif CREWS.

Menjelang Sidang Majelis Umum PBB di New York, Macron mengatakan Prancis dan Kanada memiliki posisi yang sejalan dalam sejumlah prioritas internasional, termasuk isu Palestina, perlindungan anak di media sosial, dan regulasi kecerdasan buatan.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan