NADIKABAR.COM — Prancis menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra kunci strategis di sektor pertahanan yang berada di tengah "pusat gravitasi" kawasan Indo-Pasifik.

Pernyataan itu disampaikan Komandan Misi Pegase 2026 Angkatan Udara Prancis, Mayor Jenderal Julien Sabenet, di sela-sela kegiatan latihan bersama dengan TNI Angkatan Udara (TNI AU) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa.

"Indonesia adalah negara yang sangat penting dan menjadi keharusan di kawasan Indo-Pasifik. Itulah alasan mengapa ini menjadi kali kelima kami singgah di sini, karena Anda berada di pusat gravitasi kawasan ini," kata Sabene.

Sabene menjelaskan Misi Pegase 2026 merupakan rangkaian penerbangan jelajah dunia yang membentang dari Arktik, Asia-Pasifik, hingga Timur Tengah sepanjang 8 September hingga 15 Oktober.

Indonesia menjadi satu dari sembilan negara tujuan dalam agenda persinggahan pada 20-25 September.

Menurut Sabene, Indonesia merupakan negara yang penting di kawasan Indo-Pasifik, terlebih kini TNI AU juga mengoperasikan pesawat Rafale dan A400M.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, jet tempur Rafale dan Airbus A400M milik kedua negara akan melakukan latihan bersama untuk pertama kalinya.

Selain itu, Sabene mencatat sekitar 2 juta warga negara Prancis berada di kawasan Indo-Pasifik, yang membuat Prancis merasa harus meningkatkan kemampuan pertahanan demi melindungi warganya.

"Indonesia adalah mitra strategis kunci bagi kami. Prancis merupakan negara yang terhubung langsung dengan kawasan Indo-Pasifik. Kami memiliki sekitar dua juta warga negara di wilayah ini. Kami harus hadir untuk melindungi mereka jika diperlukan," ucap Sabene yang juga wakil komandan Komando Operasi dan Pertahanan Udara Prancis.

Menurut dia, lanskap Indonesia yang dipenuhi oleh kepulauan dengan landasan terpencil dan lingkungan tropis sangat panas menjadi alasan lain kenapa Indonesia kembali dipilih dalam misi tersebut.

"Saya tahu Indonesia adalah negara yang sangat luas, lebih luas dari satu negara Eropa mana pun, bahkan menyerupai sebuah benua. Saya memahami Indonesia memiliki sekitar 17.000 pulau, sehingga Anda memiliki keahlian di kawasan Indo-Pasifik yang ingin kami pelajari," ucap Sabene.

Melalui latihan bersama di Misi Pegase 2026, Prancis dan Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan operasional serta memperkuat ikatan persahabatan militer kedua negara, meskipun memiliki lingkungan dan misi berbeda.

"Namun, kita selalu ada untuk satu sama lain. Jadi, jika Indonesia membutuhkan kami, maka kami akan ada di sini dalam hitungan jam. Kami telah membuktikannya berkali-kali bahwa kami dapat terbang langsung dari Prancis dengan beberapa titik singgah, lalu bekerja sama secara cerdas karena kita sudah saling mengenal," ujar Sabene.

Selain Indonesia, Misi Pegase 2026 akan melewati Greenland, Kanada, Alaska, Korea Selatan, Jepang, India, Qatar, dan Mesir.