Uji tembak ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Eropa. Macron baru saja memperingatkan adanya perubahan sifat "agresi dan ancaman Rusia" terhadap negara-negara Eropa, menyusul serangkaian serangan "hybrid" yang dituduhkan kepada Moskow.

Pada pertengahan September lalu, Macron menegaskan bahwa tindakan-tindakan semacam itu "tidak akan dibiarkan tanpa respons".

Presiden Prancis itu juga mengusulkan tahun ini agar mitra-mitra Eropa bergabung dalam kerangka pencegahan nuklir "mutakhir" milik Prancis, satu-satunya kekuatan pemilik senjata nuklir di Uni Eropa.