Ketiga, Manchester City melakukan pelanggaran signifikan terhadap batasan pengeluaran yang ditetapkan oleh Premier League maupun UEFA.
Lalu keempat, selama penyelidikan Premier League berlangsung, Manchester City melakukan berbagai pelanggaran terhadap kewajiban untuk bekerja sama dan bertindak dengan itikad baik sepenuhnya terhadap pihak Liga. Tiga dari empat dugaan pelanggaran tersebut terbukti benar.
Sementara, Kepala Eksekutif Premier League Richard Masters mengatakan keputusan inti itu menetapkan fakta-fakta mengenai apa yang terjadi di Manchester City selama periode tersebut.
Masters menjelaskan keputusan itu merinci bagaimana klub secara sistematis melanggar Peraturan Premier League selama hampir satu dekade.
"Hal ini juga membenarkan keputusan Premier League untuk menindaklanjuti kasus terhadap Manchester City ini. Meskipun prosesnya sejauh ini berlangsung lama dan sulit, pihak Liga tetap bertekad agar fakta-fakta tersebut dapat ditetapkan secara independen," ucap Masters.