NADIKABAR.COM — Pedro Alliana resmi dilantik sebagai Presiden Paraguay pada Jumat dan langsung berjanji mengganti seluruh kerugian jutaan nasabah yang terdampak kolapsnya bank digital Ueno.
Alliana, yang sebelumnya menjabat wakil presiden, mengambil alih kepemimpinan setelah Kongres memakzulkan dan memberhentikan Presiden Santiago Pena terkait krisis perbankan tersebut.
"Saya datang untuk menyampaikan janji yang konkret: warga negara yang saat ini mengalami masa sulit akibat bencana keuangan ini akan mendapatkan ganti rugi sepenuhnya. Kami tidak akan membiarkan mereka sendirian," kata Alliana dalam pidato pelantikannya.
Pelantikan berlangsung dalam sidang luar biasa Kongres setelah Ketua Senat Basilio Nunez menyerahkan selempang kepresidenan kepada Alliana.
Dalam instruksi pertamanya sebagai presiden, Alliana memerintahkan regulator keuangan mempercepat skema pengembalian dana dengan memprioritaskan rekening berpenghasilan rendah dan nasabah kecil yang paling terdampak pembekuan.
Alliana akan menyelesaikan sisa masa jabatan presiden periode 2023-2028 di tengah upaya Paraguay menstabilkan sektor keuangan dan menghadapi protes masyarakat.
Pena ditangkap di kediaman pribadinya di Asuncion beberapa menit setelah Senat menyatakan Pena bersalah dan memberhentikannya melalui pemungutan suara 44-0.
Kejaksaan meminta penahanan segera terhadap Pena atas dugaan konflik kepentingan, negosiasi ilegal, dan penggelapan dana terkait kolapsnya Ueno Bank.
Sebelum pemungutan suara, Pena mengirimkan surat pengunduran diri kepada Kongres untuk meredakan krisis politik.
"Saya mengundurkan diri untuk menghindari kerugian lebih lanjut bagi negara dan membantu memulihkan ketenangan di Paraguay. Tidak seorang pun seharusnya menjadi penyebab perpecahan atau ketidakstabilan yang lebih besar," tulis Pena dalam pernyataan pengunduran dirinya.
Krisis politik tersebut bermula setelah Bank Sentral Paraguay (BCP) mengambil alih pengawasan Ueno Bank pada awal pekan ini karena menemukan masalah serius dalam kecukupan modal bank tersebut.
Penutupan bank itu membekukan aset milik 2,94 juta nasabah atau hampir separuh populasi Paraguay. Sejumlah lembaga publik dan dana pensiun, termasuk Institut Jaminan Sosial milik negara, juga terdampak.
Sejumlah anggota parlemen menuduh Pena membiarkan lembaga pemerintah dan dana pensiun publik menyimpan dana ratusan juta dolar AS di Ueno Bank melebihi batas yang diizinkan undang-undang, meskipun terdapat peringatan mengenai pemberian pinjaman kepada pihak terkait dan kurangnya jaminan.
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan