"Ketakutan terbesar saya adalah jika nanti ada seorang pelaut atau tentara melakukan kesalahan, dan kesalahan itu berkembang menjadi sesuatu yang tak terkendali," katanya.

Marcos tiba di Singapura pada Rabu (7/10) untuk melakukan kunjungan selama lima hari guna memperkuat kerja sama ekonomi dan menarik investasi di sektor-sektor industri baru yang sedang berkembang di Filipina.

Badan Informasi Filipina, yang dikelola pemerintah, menyatakan agenda kunjungan Marcos itu mencakup pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong serta kunjungan ke Institut Penelitian dan Keselamatan Nuklir Singapura.