NADIKABAR.COM — Presiden Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) Toshiyuki Onuma mengapresiasi rekam jejak Indonesia di bidang keselamatan penerbangan dan dukungan bagi negara berkembang.

"Indonesia secara konsisten menunjukkan standar keselamatan dan keamanan di atas rata-rata global, yang mencerminkan komitmennya terhadap standar tertinggi," kata Onuma dalam keterangan pers dari KBRI Ottawa yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Onuma menyampaikan hal itu saat menghadiri Resepsi Diplomatik Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Markas Besar ICAO, Montreal, Kanada, pada Kamis (8/10), yang dihadiri 200 undangan dari negara-negara anggota ICAO.

Menurut Onuma, Indonesia juga telah berbagi keahlian dengan lebih dari 60 negara melalui program Indonesia Developing Countries Training Program (DCTP) sejak menjadi anggota pada tahun 1950.

Indonesia mencalonkan diri sebagai anggota Dewan ICAO periode 2026-2028 dan hasil pemilihan anggota tersebut akan diumumkan pada Sidang ke-43 Majelis Luar Biasa ICAO pada 19-20 November 2026 mendatang.

Kini, dengan bertambahnya jumlah anggota Dewan ICAO dari 36 menjadi 40 negara, terbuka peluang besar bagi Indonesia untuk kembali berkontribusi di tingkat global.